Create A Modal Box on WordPress Dashboard

Recently I was writing a plugin for a client. It was a simple plugin to manage invoices and customers. The development is pretty fast thanks to Elliot Condon for his awesome ACF plugin.

One of the plugin’s requirement is user can add a new customer directly from the invoice page. As default, I put a post object field for user to select the existing customer. So I decided to put the add new customer form in a modal box. And after some while looking for, I finally found how to create it using WordPress’ bundled Thickbox.

Enqueueing Thickbox Libraries

First, we need to enqueue Thickbox’s JS and CSS with simply:

add_thickbox();

Create A Trigger Button

Then we need a button to trigger the popup when it’s clicked. It must have .thickbox class so the javascript can handle it properly. To have it button-like visual, append .button class.

Next part is building the URL. It consists of 4 important query args: action, TB_iframe, width, and height. The action value determines our hook when creating the page. So here how the button looks like:

$url = add_query_arg( array(
    'action'    => 'foo_modal_box',
    'TB_iframe' => 'true',
    'width'     => '600',
    'height'    => '400'
), admin_url( 'admin.php' ) );

echo '<a href="' . $url . '" class="button button-primary thickbox">' . __( 'Add New Customer', 'foo' ) . '</a>';

In code above, we use add_query_arg() to build our URL. The result would be:ย http://local.dev/wp-admin/admin.php?action=foo_modal_box&TB_iframe=true&width=600&height=400

Create the Page

We’ll hook to admin_action_{$action} to create our page. By default, we’ll get a blank response when requesting to that page. We can simply testing with an echo and exit.

function foo_render_action_page() {
    define( 'IFRAME_REQUEST', true );
    iframe_header();

    // ... your content here ...
    iframe_footer();
    exit;
}
add_action( 'admin_action_foo_modal_box', 'foo_render_action_page' );

Note the IFRAME_REQUEST constant, it will remove extra 32px top padding of the <html> added by .wp-toolbar.

iframe_header() and iframe_footer() work like wp_head() and wp_footer() on theme. They will output base HTML page tailored for iframe view. That means no admin bar, no admin menu, just empty page.

Alright, go on and try clicking our button. TADAA! ๐Ÿ™‚

Belajar Menggunakan Bower

Bower adalah salah satu package manager untuk pengembangan front-end web. Sesuai kategorinya, Bower berfungsi untuk memudahkan kita mengatur paket atau library apa saja yang kita butuhkan saat mendevelop suatu aplikasi, dalam hal ini front-end (css/js). Kita tidak perlu repot untuk mendownload library satu-per-satu ketika akan menggunakannya. Begitu juga ketika ada versi baru dari library tersebut. Cukup dengan mengetikkan satu perintah dan voila, semuanya akan terdownload secara otomatis.

Hampir semua library yang terdapat di repositori publik dapat diambil menggunakan Bower. Biasanya repo-repo ini ditempatkan di Github oleh pemiliknya dan bersifat open-source. Nah sekarang kita coba untuk menggunakan Bower.

Install Git dan NodeJS

Ada 2 software yang menjadi ketergantungan si Bower ini, yaitu Git dan NodeJS. Jadi silahkan install terlebih dulu kedua software Keduanya bisa diperoleh di:

Install Bower

Untuk menginstall bower, kita menggunakan NPM (Node Package Manager) yang sudah terpasang saat kita menginstall NodeJS. FYI, NPM ini cara kerjanya juga sama dengan Bower. ๐Ÿ˜€ Kita pasang Bower dengan perintah berikut:

$ npm install -g bower

Jika muncul error permission denied, jalankan lagi perintah itu dengan sudo.

Menggunakan Bower

Sebelumnya pindah dulu ke direktori proyek kita. Jika kita memulai proyek baru, maka bisa menggunakan perintah:

$ bower init

Kemudian kita akan diberikan wizard untuk mengisi beberapa detail tentang proyek kita (kepo deh). Setelah itu kita bisa menginstall paket-paket yang kita butuhkan. Misal kita akan menginstall Twitter Bootstrap:

$ bower install bootstrap --save

Perintah ini otomatis akan men-download semua file Bootstrap yang siap digunakan. Tidak ketinggalan juga library yang dibutuhkan Bootstrap, seperti jQuery, juga akan otomatis ter-download. Dengan opsi --save maka library yang kita install otomatis akan ditambahkan ke file bower.json. Kita bisa mengedit file ini langsung kemudian jalankan perintah:

$ bower install

Maka semua library yang tertulis di bower.json akan di-download, dan lagi-lagi secara otomatis juga men-download apa yang mereka butuhkan. Awesome! ๐Ÿ˜ฎ

Lebih jauh tentang Bower, mangga dicek di webnya bower.io. :))

P.S. Mas Rahmat Awaludin punya video bagus buat kenalan dengan Bower di Malescast.

TechTalk #63: MeteorJS

Halo, balik lagi sama saya, sang pemilik blog ini. ๐Ÿ˜€

Seperti biasa (padahal baru 4x), minggu ini TechTalk di JDV mengangkat topik Rapid Prototyping with MeteorJS yang disampaikan oleh Mas Kenniko. Di sesi ini Mas Kenniko menerangkan betapa mudahnya membuat prototipe aplikasi dengan MeteorJS. Bayangkan, aplikasi chat realtime bisa dibuat kurang dari 1 jam, awesome!ย ๐Ÿ˜ฎ

Jadi dengan MeteorJS kita tinggal install paket-paket yang kita butuhkan. Tambah sedikit kode, tanpa konfig apapun, aplikasi kita sudah jalan. Dia punya sistem paket sendiri dan paket-paketnya bisa dicari di atmospherejs.com. Dan asiknya, si Meteor ini punya fitur One language everywhere, kita tidak perlu ngoding untuk backend dan frontend, cukup sekali saja dan Meteor bisa tau mana yang harus dijalankan di backend atau frontend.

Keynotes

  • Realtime, perubahan bisa dilihat secara bersamaan di device yang berbeda
  • Live update, ketika kita save file, tampilan di browser otomatis ikut update, dan itu tanpa reload page
  • Free testing server, untuk testing aplikasi secara live di namaAplikasi.meteor.com
  • Integrasi dengan Cordova, deploy ke mobile jadi lebih mudah
  • Way too magic! Banyak kemudahan tapi kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi

~~~

Di kesempatan ini juga saya ketemu langsung dengan mas Rizqinova, yang sebelumnya cuma tau di facebook haha. Sempat kenalan juga dengan mas Evan dan mas Baba (kalau ngga salah ๐Ÿ˜€ย yang kebetulan baru tau kemarin itu. Sip, ilmu baru, relasi baru. :))

TechTalk #62: Animations in AngularJS

Hola!

TechTalk minggu ini masih membahas javascript dan kali ini topiknya adalah Animations in AngularJS. Masih bersama mas Rijalul Fikri, yeah. Jadwal sebelumnya minggu ini topiknya MeteorJS, berhubung pembicaranya berhalangan jadinya mas Fikri yang turun tangan (ceritanya begitu).

Kali ini dijelasin dari basic animasi di web. Bukan animasi yang kompleks, bukan bahas <canvas> juga. Pertama dikenalkan dengan transition di CSS. Lalu dibandingkan dengan jQuery animate(). Dan terakhir penerapan animasi di AngularJS.

What I learned:

  • Gunakan properti yang ramah animasi: PROS (Position, Rotation, Opacity, Scale). Referensi
  • Gunakan Animate.css untuk efek-efek animasi yang umum digunakan
  • Animasi dengan CSS lebih menghemat waktu dibanding JS, terutama untuk kasus sederhana seperti efek hover
  • Angular #1: menggunakan modulย ngAnimate dan manual di CSS-nya
  • Angular #2: modul Hendrixer/ngFX yang sudah bundled dengan ngAnimate dan Animate.css
  • Angular #3: modul cgwyllie/ngular-velocity, yang satu ini belum dibahas karena katanya terlalu panjang untuk dijelasin ๐Ÿ˜

Sip, minggu depan kita ke MeteorJS. ๐Ÿ™‚