TechTalk: Domain Driven Design

Update 20 Feb:

Ini merupakan kali pertama saya menjejakkan kaki di JDV. Juga pertama kalinya mengikuti acara techtalk seperti ini. Sebenernya sebelum-sebelumnya tau kalau ada techtalk, tapi baru ini rasanya langsung tergugah keinginan untuk datang. 😀

Pembicaraan kali ini adalah DDD alias Domain-Driven Design. Kalau menurut Wikipedia:

Domain-driven design (DDD) is an approach to software development for complex needs by connecting the implementation to an evolving model.

Pada awal saya dengar tentang DDD, saya langsung mengartikan kata domain di sini sama seperti domain internet; dot com, dot net, dot couk, dan dot-dot lainnya. Dan setelah ikut techtalk ini saya baru tau kalau pemikiran saya terlalu sempit.

Domain di sini maksudnya satu topik tertentu yang terkait dengan perancangan software. Kemarin dicontohkan dengan studi kasus software shipping routes (kalau ngga salah). Diberikan dialog pertama antara user dan developer. Si user berusaha menjelaskan kebutuhan-kebutuhan dari software itu dan segala probabilitasnya. Nah si developer menanggapi si user dengan bahasa teknikal yang entah si user ini mudeng apa mubeng.

Pada dialog kedua masih diberikan dialog yang sama. Bedanya kali ini si developer menganggapi dengan bahasa yang juga dimengerti oleh si user. Jadi dia tidak langsung ngomong implementasinya dengan bahasa teknikal, tapi dia tau penyelesaian dari masalah tersebut jika diimplementasikan secara teknikal.

Jadi kesimpulannya (senangkep saya) DDD memfokuskan suatu masalah (domain) dimana semua orang yang terlibat dalam proses membicarakan hal/domain yang sama, baik itu user, manajer, developer, etc. Seperti menyamakan persepsi atau standardisasi untuk apa yang akan dikerjakan.

~~~

Nah mumpung ke JDV, saya sekalian konfirmasi membership, dan kartunya akan jadi sekitar 2 minggu lagi, horee. Nah sekian dulu event kali ini, kalau ada yang salah tolong dikoreksi yah. 😉

gDayX Jogjakarta 2014

jengjengmejeng~

~~~

Ah baru kesampaian ngepost sekarang. Rabu (26/11) kemarin saya berkesempatan jadi peserta gDayX Jogjakarta 2014 yang diselenggarain GDG dan GBG Indonesia. Katanya sih peserta diseleksi dari form registrasi jauh hari sebelumnya, dan yang terpilih akan mendapatkan payung cantik email konfirmasi dari panitia. Tapi gatau juga aslinya. 😀

Bertajuk Building A Meaningful Startup, dari awal sampai akhir acara, konten lebih condong ke arah bisnis dibanding techie. Yang (menurut saya) keren, welcome note-nya dari tante Erica Hanson, selaku Google Developer Relations Program Manager, Southeast Asia. wow!

Pembahasan pertama tentang Android Lollipop oleh mas Fachry Bafadal, founder Onebit. Banyak dibahas soal UI baru di Lollipop, yes Material Design. Dilanjutkan dengan sharing dari Innovative Academy yang pada akhirnya memamerkan 3 startup yang dibangun siswanya:

  • BarbekosBarbekos adalah “pasar” online untuk kebutuhan kost, khususnya untuk mahasiswa baru yang ingin membeli barang dan sarjana muda yang ingin menjual barangnya.
  • GalanggoPlatform crowdfunding online yang fokus pada proyek sosial.
  • WemaryWemary adalah jasa online untuk solusi acara pernikahan. Mereka menyediakan layanan live streaming saat resepsi pernikahan. Dengan fitur yang beragam, Wemary juga membantu pengguna untuk memberikan hadiah pada kedua mempelai.

Setelah itu sesi sharing dari om Kristupa Saragih, founder Fotografer.net. Beliau bercerita banyak dari awal FN hanya berawal dari hobi dan niat mengumpulkan fotografer lokal, hingga sekarang menjadi komunitas fotografi terbesar di Asia (kalau ngga lupa :). Dari tanpa omzet, jualan kaos, sampai omzet milaran rupiah sekarang ini. 😮

Abis itu lunch, ngga mewah banget yang penting porsi gede. :p Sesi selanjutnya kurang nyimak, pembicaranya dari Tripcribs dan Hulaa, startup yang bergerak di bidang travel.

Nah sesi setelahnya yang bikin melek, soalnya yang ngisi pinter standup, om Leontinus Alpha Edison dari Tokopedia. Banyak cerita dari awal berdirinya Tokopedia sampai belakangan ini yang dapet suntikan 100 juta dolar, ciyeee~

Sesi terakhir ada The Story of YouTube Stars. Tapi ngga nyimak bener karena kurang tertarik.

~~~

Yang terpenting dari event seperti ini adalah networking. Kali ini dapet beberapa teman baru, 2 dari AMIKOM. Dan sempet juga jadi fotografer dadakan padahal gabisa motret bagus. 😐

ok, sampai jumpa di event selanjutnya! 😉