TechTalk #63: MeteorJS

Halo, balik lagi sama saya, sang pemilik blog ini. 😀

Seperti biasa (padahal baru 4x), minggu ini TechTalk di JDV mengangkat topik Rapid Prototyping with MeteorJS yang disampaikan oleh Mas Kenniko. Di sesi ini Mas Kenniko menerangkan betapa mudahnya membuat prototipe aplikasi dengan MeteorJS. Bayangkan, aplikasi chat realtime bisa dibuat kurang dari 1 jam, awesome! 😮

Jadi dengan MeteorJS kita tinggal install paket-paket yang kita butuhkan. Tambah sedikit kode, tanpa konfig apapun, aplikasi kita sudah jalan. Dia punya sistem paket sendiri dan paket-paketnya bisa dicari di atmospherejs.com. Dan asiknya, si Meteor ini punya fitur One language everywhere, kita tidak perlu ngoding untuk backend dan frontend, cukup sekali saja dan Meteor bisa tau mana yang harus dijalankan di backend atau frontend.

Keynotes

  • Realtime, perubahan bisa dilihat secara bersamaan di device yang berbeda
  • Live update, ketika kita save file, tampilan di browser otomatis ikut update, dan itu tanpa reload page
  • Free testing server, untuk testing aplikasi secara live di namaAplikasi.meteor.com
  • Integrasi dengan Cordova, deploy ke mobile jadi lebih mudah
  • Way too magic! Banyak kemudahan tapi kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi

~~~

Di kesempatan ini juga saya ketemu langsung dengan mas Rizqinova, yang sebelumnya cuma tau di facebook haha. Sempat kenalan juga dengan mas Evan dan mas Baba (kalau ngga salah 😀 yang kebetulan baru tau kemarin itu. Sip, ilmu baru, relasi baru. :))

TechTalk #62: Animations in AngularJS

Hola!

TechTalk minggu ini masih membahas javascript dan kali ini topiknya adalah Animations in AngularJS. Masih bersama mas Rijalul Fikri, yeah. Jadwal sebelumnya minggu ini topiknya MeteorJS, berhubung pembicaranya berhalangan jadinya mas Fikri yang turun tangan (ceritanya begitu).

Kali ini dijelasin dari basic animasi di web. Bukan animasi yang kompleks, bukan bahas <canvas> juga. Pertama dikenalkan dengan transition di CSS. Lalu dibandingkan dengan jQuery animate(). Dan terakhir penerapan animasi di AngularJS.

What I learned:

  • Gunakan properti yang ramah animasi: PROS (Position, Rotation, Opacity, Scale). Referensi
  • Gunakan Animate.css untuk efek-efek animasi yang umum digunakan
  • Animasi dengan CSS lebih menghemat waktu dibanding JS, terutama untuk kasus sederhana seperti efek hover
  • Angular #1: menggunakan modul ngAnimate dan manual di CSS-nya
  • Angular #2: modul Hendrixer/ngFX yang sudah bundled dengan ngAnimate dan Animate.css
  • Angular #3: modul cgwyllie/ngular-velocity, yang satu ini belum dibahas karena katanya terlalu panjang untuk dijelasin 😐

Sip, minggu depan kita ke MeteorJS. 🙂

TechTalk #61: Material Design using AngularJS

TechTalk #61 ini topiknya Material Design using AngularJS yang dibawain mas Rijalul FIkri. Awalnya saya kira materinya akan fokus ke Angular-nya, ternyata kebalik. Angular.js di sini ternyata sebagai wadahnya.

Jadi topik kali ini membahas Angular Material (https://material.angularjs.org/), library untuk implementasi Material Design di Angular.js. Dengan library ini, kita bisa mendevelop aplikasi Angular.js dengan rasa Material tanpa harus pusing memikirkan stylingnya, jadi kita bisa fokus ke pengembangan aplikasinya. Banyak fitur dan directives yang siap pakai, jadi kita tidak perlu repot-repot buat dari awal dan kita bisa develop lebih cepat, yosh!

Warna palet juga bisa kita sesuaikan sendiri agar tidak terkesan mainstream. Warna-warna palet default bisa dilihat di http://www.materialpalette.com/

Oke, see ya on the next techtalk!

TechTalk: Domain Driven Design

Update 20 Feb:

Ini merupakan kali pertama saya menjejakkan kaki di JDV. Juga pertama kalinya mengikuti acara techtalk seperti ini. Sebenernya sebelum-sebelumnya tau kalau ada techtalk, tapi baru ini rasanya langsung tergugah keinginan untuk datang. 😀

Pembicaraan kali ini adalah DDD alias Domain-Driven Design. Kalau menurut Wikipedia:

Domain-driven design (DDD) is an approach to software development for complex needs by connecting the implementation to an evolving model.

Pada awal saya dengar tentang DDD, saya langsung mengartikan kata domain di sini sama seperti domain internet; dot com, dot net, dot couk, dan dot-dot lainnya. Dan setelah ikut techtalk ini saya baru tau kalau pemikiran saya terlalu sempit.

Domain di sini maksudnya satu topik tertentu yang terkait dengan perancangan software. Kemarin dicontohkan dengan studi kasus software shipping routes (kalau ngga salah). Diberikan dialog pertama antara user dan developer. Si user berusaha menjelaskan kebutuhan-kebutuhan dari software itu dan segala probabilitasnya. Nah si developer menanggapi si user dengan bahasa teknikal yang entah si user ini mudeng apa mubeng.

Pada dialog kedua masih diberikan dialog yang sama. Bedanya kali ini si developer menganggapi dengan bahasa yang juga dimengerti oleh si user. Jadi dia tidak langsung ngomong implementasinya dengan bahasa teknikal, tapi dia tau penyelesaian dari masalah tersebut jika diimplementasikan secara teknikal.

Jadi kesimpulannya (senangkep saya) DDD memfokuskan suatu masalah (domain) dimana semua orang yang terlibat dalam proses membicarakan hal/domain yang sama, baik itu user, manajer, developer, etc. Seperti menyamakan persepsi atau standardisasi untuk apa yang akan dikerjakan.

~~~

Nah mumpung ke JDV, saya sekalian konfirmasi membership, dan kartunya akan jadi sekitar 2 minggu lagi, horee. Nah sekian dulu event kali ini, kalau ada yang salah tolong dikoreksi yah. 😉

gDayX Jogjakarta 2014

jengjengmejeng~

~~~

Ah baru kesampaian ngepost sekarang. Rabu (26/11) kemarin saya berkesempatan jadi peserta gDayX Jogjakarta 2014 yang diselenggarain GDG dan GBG Indonesia. Katanya sih peserta diseleksi dari form registrasi jauh hari sebelumnya, dan yang terpilih akan mendapatkan payung cantik email konfirmasi dari panitia. Tapi gatau juga aslinya. 😀

Bertajuk Building A Meaningful Startup, dari awal sampai akhir acara, konten lebih condong ke arah bisnis dibanding techie. Yang (menurut saya) keren, welcome note-nya dari tante Erica Hanson, selaku Google Developer Relations Program Manager, Southeast Asia. wow!

Pembahasan pertama tentang Android Lollipop oleh mas Fachry Bafadal, founder Onebit. Banyak dibahas soal UI baru di Lollipop, yes Material Design. Dilanjutkan dengan sharing dari Innovative Academy yang pada akhirnya memamerkan 3 startup yang dibangun siswanya:

  • BarbekosBarbekos adalah “pasar” online untuk kebutuhan kost, khususnya untuk mahasiswa baru yang ingin membeli barang dan sarjana muda yang ingin menjual barangnya.
  • GalanggoPlatform crowdfunding online yang fokus pada proyek sosial.
  • WemaryWemary adalah jasa online untuk solusi acara pernikahan. Mereka menyediakan layanan live streaming saat resepsi pernikahan. Dengan fitur yang beragam, Wemary juga membantu pengguna untuk memberikan hadiah pada kedua mempelai.

Setelah itu sesi sharing dari om Kristupa Saragih, founder Fotografer.net. Beliau bercerita banyak dari awal FN hanya berawal dari hobi dan niat mengumpulkan fotografer lokal, hingga sekarang menjadi komunitas fotografi terbesar di Asia (kalau ngga lupa :). Dari tanpa omzet, jualan kaos, sampai omzet milaran rupiah sekarang ini. 😮

Abis itu lunch, ngga mewah banget yang penting porsi gede. :p Sesi selanjutnya kurang nyimak, pembicaranya dari Tripcribs dan Hulaa, startup yang bergerak di bidang travel.

Nah sesi setelahnya yang bikin melek, soalnya yang ngisi pinter standup, om Leontinus Alpha Edison dari Tokopedia. Banyak cerita dari awal berdirinya Tokopedia sampai belakangan ini yang dapet suntikan 100 juta dolar, ciyeee~

Sesi terakhir ada The Story of YouTube Stars. Tapi ngga nyimak bener karena kurang tertarik.

~~~

Yang terpenting dari event seperti ini adalah networking. Kali ini dapet beberapa teman baru, 2 dari AMIKOM. Dan sempet juga jadi fotografer dadakan padahal gabisa motret bagus. 😐

ok, sampai jumpa di event selanjutnya! 😉